Akuisisi Quantum Circuits, D-Wave Tancap Gas di Teknologi Kuantum
- Rita Puspita Sari
- •
- 27 Jan 2026 16.17 WIB
Ilustrasi Perusahaan Teknologi Quantum Computing
Dunia teknologi kembali mencatatkan tonggak penting dalam perkembangan komputasi kuantum. D-Wave Quantum Inc., perusahaan komputasi kuantum asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pelopor komputer kuantum komersial, resmi menyelesaikan akuisisi Quantum Circuits Inc. pada 20 Januari 2026. Langkah strategis ini diyakini akan mengubah peta persaingan industri komputasi kuantum global dan mempercepat hadirnya komputer kuantum yang benar-benar siap digunakan secara luas oleh dunia industri.
D-Wave, yang tercatat di Bursa Efek New York dengan kode saham QBTS, telah lama dikenal sebagai pemimpin dalam pengembangan sistem, perangkat lunak, dan layanan komputasi kuantum. Akuisisi Quantum Circuits—perusahaan yang fokus pada pengembangan komputer kuantum model gerbang berbasis superkonduktor dengan teknologi koreksi kesalahan—menjadi langkah besar D-Wave untuk memperkuat posisinya sebagai pemain paling lengkap di sektor ini.
Melalui akuisisi tersebut, D-Wave kini menjadi perusahaan komputasi kuantum pertama dan satu-satunya di dunia yang mengembangkan dua pendekatan utama sekaligus, yakni komputasi kuantum annealing dan komputasi kuantum gate-model. Kombinasi dua platform ini membuka peluang pemanfaatan komputasi kuantum yang jauh lebih luas, mulai dari optimasi skala besar, simulasi material, kecerdasan buatan, hingga riset ilmiah tingkat lanjut.
Selama ini, D-Wave dikenal luas melalui teknologi quantum annealing, yang telah digunakan secara komersial oleh berbagai perusahaan dan lembaga riset global. Sistem terbaru mereka, Advantage2™, bahkan telah diterapkan langsung dalam lingkungan produksi nyata. Tidak hanya itu, teknologi ini juga pernah digunakan untuk mendemonstrasikan supremasi kuantum, yakni kondisi ketika komputer kuantum mampu menyelesaikan masalah tertentu dengan performa yang melampaui komputer klasik konvensional.
Namun, D-Wave tidak berhenti pada quantum annealing. Dengan mengakuisisi Quantum Circuits, perusahaan ini secara serius mempercepat pengembangan komputer kuantum gate model yang berskala besar dan memiliki sistem koreksi kesalahan yang andal. Komputer kuantum model gerbang dianggap sebagai fondasi utama bagi komputasi kuantum serbaguna di masa depan, tetapi selama ini pengembangannya terkendala oleh kompleksitas koreksi kesalahan dan stabilitas qubit.
Di sinilah peran Quantum Circuits menjadi sangat krusial. Perusahaan tersebut dikenal sebagai pelopor teknologi qubit dual-rail, sebuah pendekatan inovatif yang secara signifikan menyederhanakan proses koreksi kesalahan kuantum. Teknologi ini menggabungkan kecepatan qubit superkonduktor dengan tingkat akurasi tinggi yang selama ini identik dengan qubit ion trap dan atom netral. Kombinasi tersebut dianggap sebagai terobosan besar yang saat ini belum mampu ditandingi oleh penyedia komputasi kuantum lain.
CEO D-Wave, Dr. Alan Baratz, menyebut akuisisi ini sebagai momen bersejarah bagi perusahaan dan industri komputasi kuantum secara keseluruhan. Menurutnya, kehadiran dua platform komputasi kuantum dalam satu ekosistem akan menjadi pembeda utama D-Wave dibandingkan kompetitor.
“Dengan menghadirkan teknologi annealing dan gate-model terbaik di kelasnya secara bersamaan, kami tidak hanya memperkuat posisi D-Wave, tetapi juga menetapkan arah dan kecepatan perkembangan industri komputasi kuantum secara global,” ujar Baratz dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa pendekatan dua platform ini akan memperluas ragam penggunaan teknologi kuantum, baik untuk dunia bisnis, komunitas ilmiah, maupun sektor pemerintahan.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Rob Schoelkopf, salah satu pendiri Quantum Circuits yang kini menjabat sebagai kepala ilmuwan di D-Wave, menilai penggabungan kedua perusahaan akan memberikan keunggulan signifikan dalam pengembangan komputer kuantum model gerbang. Ia menekankan bahwa pengalaman D-Wave dalam membangun sistem berskala besar serta penguasaan teknologi kontrol kriogenik akan menjadi fondasi kuat untuk mempercepat realisasi komputer kuantum yang stabil dan layak secara komersial.
“Kami menggabungkan pendekatan koreksi kesalahan yang efisien dari sisi perangkat keras dengan kemampuan D-Wave dalam penskalaan sistem. Kombinasi ini memberi kami keunggulan nyata dalam persaingan komputasi kuantum model gerbang,” jelas Schoelkopf.
Langkah akuisisi ini juga menunjukkan bahwa komputasi kuantum mulai bergerak dari tahap eksperimental menuju fase industrialisasi. D-Wave sendiri menegaskan misinya untuk membantu pelanggan merasakan manfaat komputasi kuantum sejak hari ini, bukan sekadar janji teknologi masa depan. Hingga kini, lebih dari 100 organisasi global telah memanfaatkan sistem D-Wave untuk menyelesaikan tantangan komputasi kompleks, dengan total lebih dari 200 juta masalah yang telah diproses melalui komputer kuantum mereka.
Komputer kuantum D-Wave dikenal sebagai yang terbesar di dunia, dengan unit pemrosesan kuantum (QPU) yang mampu memberikan waktu respons kurang dari satu detik. Sistem ini dapat diimplementasikan langsung di lokasi pelanggan (on-premises) maupun diakses melalui layanan cloud kuantum D-Wave, yang menawarkan tingkat ketersediaan hingga 99,9 persen.
Ke depan, D-Wave berencana memaparkan lebih detail peta jalan produk dua platform mereka dalam ajang Qubits 2026 yang akan digelar pada 27–28 Januari 2026 di Boca Raton, Florida. Acara ini diproyeksikan menjadi salah satu forum penting bagi industri untuk melihat arah perkembangan komputasi kuantum dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, D-Wave juga mengingatkan bahwa sejumlah rencana yang disampaikan masih bersifat berwawasan ke depan. Pengembangan dan komersialisasi komputer kuantum model gerbang berskala besar tetap menghadapi tantangan teknis dan risiko bisnis. Oleh karena itu, perusahaan menegaskan bahwa hasil aktual di masa depan dapat berbeda dari proyeksi yang ada.
Dengan akuisisi Quantum Circuits, D-Wave tidak hanya memperkuat portofolio teknologinya, tetapi juga menegaskan ambisinya untuk memimpin era baru komputasi kuantum global. Jika strategi dua platform ini berhasil diwujudkan, komputasi kuantum bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan alat nyata yang siap dimanfaatkan lintas industri.
