Spanyol Gandeng Bull Bangun Superkomputer untuk Prakiraan Cuaca
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Ilustrasi Teknologi Prakiraan Cuaca
Kebutuhan terhadap prakiraan cuaca yang cepat dan akurat semakin penting di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem. Menjawab kebutuhan tersebut, Bull, perusahaan yang bergerak di bidang komputasi berkinerja tinggi dan kecerdasan buatan (AI), mendapatkan kontrak senilai €31 juta dari Spanish State Meteorological Agency (AEMET) untuk membangun infrastruktur superkomputer baru di Spanyol.
Proyek dengan masa pengerjaan selama empat tahun ini akan menjadi bagian penting dari upaya AEMET memodernisasi infrastruktur teknologi yang digunakan untuk mendukung layanan prakiraan cuaca, iklim, dan lingkungan. Sistem baru tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan data sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi AI dalam analisis meteorologi.
Kerja sama antara Bull dan AEMET sebenarnya bukan hal baru. Kedua organisasi telah bekerja sama sejak 2015. Kontrak terbaru ini sekaligus memperpanjang kolaborasi tersebut dan menunjukkan peran infrastruktur komputasi berkinerja tinggi dalam mendukung operasional badan meteorologi nasional Spanyol.
Hadapi Tantangan Perubahan Iklim
Perubahan iklim membuat kebutuhan terhadap sistem prakiraan cuaca semakin kompleks. Fenomena cuaca ekstrem dapat terjadi dengan intensitas dan frekuensi yang lebih tinggi, sehingga lembaga meteorologi membutuhkan kemampuan untuk mengolah data dalam jumlah besar secara cepat.
Prakiraan cuaca modern tidak hanya bergantung pada pengamatan kondisi atmosfer saat ini. Sistem meteorologi harus mengumpulkan dan menganalisis berbagai data, kemudian menjalankan model komputasi untuk memperkirakan kondisi atmosfer pada masa mendatang.
Semakin kompleks model yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap kemampuan komputasi. Karena itu, infrastruktur high-performance computing (HPC) menjadi salah satu komponen penting dalam operasional badan meteorologi.
AEMET kini melakukan modernisasi terhadap infrastruktur HPC yang menjadi fondasi berbagai layanan cuaca, iklim, dan lingkungan. Selain meningkatkan kemampuan komputasi, lembaga tersebut juga ingin mempersiapkan infrastrukturnya untuk penggunaan teknologi AI dan machine learning.
Teknologi AI berpotensi melengkapi metode prakiraan konvensional dengan membantu menganalisis pola dari data meteorologi dalam jumlah sangat besar. Dengan dukungan infrastruktur komputasi yang memadai, berbagai aplikasi berbasis AI dapat dikembangkan dan digunakan untuk mendukung pekerjaan meteorologi.
Infrastruktur Superkomputer Beroperasi di Dua Lokasi
Dalam proyek senilai €31 juta tersebut, Bull akan menyediakan infrastruktur superkomputer secara menyeluruh. Paket yang diberikan mencakup perangkat keras, perangkat lunak, serta layanan pemantauan dan pengelolaan selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.
Infrastruktur baru akan ditempatkan di dua lokasi berbeda di wilayah Madrid. Penempatan di dua lokasi menjadi bagian dari rancangan infrastruktur yang ditujukan untuk mendukung keberlangsungan layanan komputasi yang digunakan AEMET.
Dari sisi performa, sistem baru ditargetkan memberikan peningkatan kemampuan komputasi sebesar 10 persen. Peningkatan tersebut akan digunakan untuk mengoptimalkan aplikasi yang sudah berjalan sekaligus menyediakan ruang bagi penerapan aplikasi baru.
Salah satu fokus utama adalah aplikasi berbasis AI. Dengan kapasitas komputasi yang lebih besar, AEMET dapat mengeksplorasi penggunaan AI untuk membantu prakiraan cuaca dan melakukan analisis terkait perubahan iklim. Namun, peningkatan performa bukan satu-satunya sasaran proyek ini. Bull dan AEMET juga memberikan perhatian besar terhadap konsumsi energi serta efisiensi operasional pusat data.
Efisiensi Energi Jadi Perhatian
Superkomputer membutuhkan energi dalam jumlah besar untuk menjalankan prosesor, penyimpanan, jaringan, serta sistem pendingin. Karena itu, peningkatan kemampuan komputasi perlu diimbangi dengan pengelolaan energi yang efisien.
Untuk menjawab tantangan tersebut, infrastruktur baru AEMET akan menggunakan sejumlah teknologi modern yang dikelola melalui Bull Smart Management Center Suite (SMC).
Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengelolaan infrastruktur sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Bull menyebut pendekatan ini juga akan mendukung upaya AEMET mempertahankan tingkat Power Usage Effectiveness (PUE) yang telah dioptimalkan.
PUE merupakan metrik yang umum digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan energi pada pusat data. Secara sederhana, PUE membandingkan total energi yang digunakan sebuah fasilitas dengan energi yang secara langsung digunakan oleh perangkat teknologi informasi.
Semakin rendah nilai PUE, semakin kecil porsi energi yang digunakan untuk kebutuhan selain perangkat komputasi, seperti pendinginan dan infrastruktur pendukung. Karena itu, optimalisasi PUE menjadi penting ketika organisasi mengoperasikan sistem komputasi berkinerja tinggi.
AEMET Sebut Proyek sebagai Tonggak Strategis
Executive Director AEMET, Alicia López Rejas, mengatakan pengoperasian infrastruktur HPC baru tersebut merupakan tonggak strategis bagi lembaganya. Menurut López Rejas, sistem baru akan memperkuat kemampuan AEMET dalam melakukan prakiraan meteorologi dan iklim. Infrastruktur tersebut juga diharapkan mendorong penerapan AI sekaligus memperkuat kesinambungan layanan penting yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat.
“Pengoperasian infrastruktur komputasi berkinerja tinggi yang baru ini merupakan tonggak strategis bagi AEMET. Infrastruktur tersebut akan meningkatkan kemampuan prakiraan meteorologi dan iklim secara signifikan, mendorong penerapan kecerdasan buatan, serta memperkuat keberlangsungan layanan penting yang sangat dibutuhkan untuk keselamatan publik dan mendukung masyarakat,” ujar López Rejas.
Ia juga menilai kerja sama dengan Bull menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan infrastruktur tersebut. Modernisasi ini diharapkan membantu AEMET terus mengembangkan kemampuan teknologinya di tengah perubahan kebutuhan layanan meteorologi.
HPC dan AI Bersiap Memainkan Peran Lebih Besar
Sementara itu, Head of HPC, AI and Quantum Computing di Bull, Bruno Lecointe, mengatakan kombinasi antara HPC, AI, dan teknologi hemat energi semakin penting bagi organisasi yang harus menyediakan layanan dalam skala besar.
Menurut Lecointe, infrastruktur modern tidak hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan komputasi saat ini, tetapi juga harus mampu mendukung perkembangan teknologi pada masa mendatang.
“Kami bangga dapat melanjutkan kerja sama jangka panjang dengan AEMET dan mendukung transformasi teknologinya melalui infrastruktur modern yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi saat ini sekaligus mendukung inovasi berbasis AI di masa depan,” kata Lecointe.
Ia menjelaskan bahwa jutaan observasi cuaca diproses setiap hari untuk menghasilkan prakiraan. Informasi tersebut kemudian digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari masyarakat dan pemerintah hingga peneliti serta dunia usaha.
Bagi masyarakat, prakiraan cuaca dapat menjadi informasi penting untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Bagi pemerintah, data meteorologi dapat mendukung pengambilan keputusan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca tertentu. Sementara bagi peneliti dan bisnis, data tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan analisis dan perencanaan.
Menyiapkan Fondasi Meteorologi Berbasis AI
Pembangunan superkomputer baru ini pada akhirnya bukan sekadar peningkatan kapasitas perangkat keras. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan layanan meteorologi yang semakin bergantung pada pemrosesan data dalam skala besar.
Dengan menggabungkan HPC dan AI, AEMET memiliki lingkungan komputasi yang dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi konvensional sekaligus mengembangkan pendekatan baru berbasis machine learning.
Modernisasi tersebut juga mencerminkan perubahan kebutuhan lembaga meteorologi di tengah pertumbuhan volume data dan semakin kompleksnya tantangan prakiraan cuaca. Kemampuan memproses data secara cepat menjadi semakin penting ketika informasi meteorologi dibutuhkan untuk mendukung keselamatan publik dan berbagai aktivitas ekonomi.
Melalui kontrak empat tahun dengan Bull, AEMET berupaya membangun infrastruktur yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan komputasi saat ini, tetapi juga memberikan ruang bagi inovasi di masa depan. Dengan dukungan superkomputer baru, AI, dan teknologi efisiensi energi, infrastruktur meteorologi Spanyol dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan pengolahan data dan analisis iklim yang semakin besar.
