Siprus dan Yunani Uji Koneksi Satelit Aman dari Ancaman Kuantum


Ilustrasi Teknologi Satelit

Ilustrasi Teknologi Satelit

Siprus dan Yunani mencatat langkah baru dalam pengembangan keamanan komunikasi berbasis satelit. Kedua negara tersebut telah berhasil membangun koneksi data satelit yang menggunakan teknologi keamanan kuantum.

Koneksi ini dikembangkan oleh Sparkle dan Hellas Sat, operator satelit yang menyediakan layanan komunikasi untuk Yunani dan Siprus. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan infrastruktur komunikasi menghadapi ancaman siber yang diperkirakan semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi komputasi kuantum.

Laporan mengenai keberhasilan pengujian tersebut disampaikan oleh Cyprus Mail. Teknologi yang digunakan dirancang untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap data yang dikirim melalui jaringan komunikasi satelit.

Koneksi tersebut menghubungkan pusat data Sparkle yang berada di Metamorfosi, Athena, dengan infrastruktur Hellas Sat di Siprus. Sebelum melakukan pengujian melalui satelit, kedua perusahaan telah lebih dahulu menguji koneksi IPsec yang aman antara dua pusat data di Yunani.

Pengujian terbaru kemudian memperluas skema keamanan tersebut ke jaringan satelit yang menghubungkan kedua negara. Dalam prosesnya, data menempuh perjalanan sekitar 72.000 kilometer melalui sistem satelit. Perjalanan data tersebut mencakup pengiriman sinyal dari Siprus menuju satelit atau uplink, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman kembali dari satelit menuju Yunani melalui proses downlink. 

Menurut Sparkle dan Hellas Sat, pengujian tersebut menjadi penerapan pertama teknologi perlindungan kuantum dalam bentuk tersebut pada koneksi satelit antara Yunani dan Siprus.

 

Mengantisipasi Ancaman "Harvest Now, Decrypt Later"

Teknologi keamanan yang digunakan dalam koneksi tersebut adalah Quantum Safe Interconnect (QSI) milik Sparkle. Sistem ini dirancang untuk menghadapi salah satu ancaman yang mulai menjadi perhatian dalam dunia keamanan siber, yakni "Harvest now, decrypt later".

Ancaman tersebut muncul karena data yang terenkripsi saat ini masih dapat menjadi target pencurian. Pelaku serangan siber dapat mencegat dan menyimpan data terenkripsi tanpa harus langsung mampu membukanya.

Data tersebut kemudian dapat disimpan untuk waktu yang lama. Jika pada masa mendatang tersedia komputer dengan kemampuan komputasi yang cukup kuat untuk memecahkan enkripsi yang digunakan, data yang sebelumnya dicuri berpotensi didekripsi.

Kondisi inilah yang coba diantisipasi melalui teknologi keamanan kuantum.

QSI bekerja dengan mengamankan proses pengiriman data sekaligus melakukan pergantian kunci enkripsi secara otomatis. Pendekatan tersebut dirancang untuk membuat perlindungan komunikasi lebih siap menghadapi perkembangan kemampuan komputasi di masa depan.

Salah satu keunggulan QSI adalah sistemnya berbasis perangkat lunak. Artinya, teknologi tersebut dapat diterapkan di atas jaringan dan infrastruktur keamanan yang sudah tersedia. Perusahaan tidak harus membongkar atau mengganti seluruh sistem yang telah digunakan. Peningkatan keamanan dapat dilakukan secara bertahap pada setiap lokasi sesuai kebutuhan.

 

Bisa Digunakan di Area Terpencil

Antonella Sanguineti, Head of Networking, Cloud, Security & Identity Solutions Sparkle, mengatakan keberhasilan penerapan QSI pada komunikasi satelit menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan di berbagai lingkungan.

Menurutnya, perlindungan tersebut tidak hanya dapat diterapkan pada jaringan komunikasi terestrial, tetapi juga pada satelit dan lingkungan jaringan lainnya.

"Penerapan QSI pada komunikasi satelit dengan Hellas Sat menunjukkan bahwa teknologi ini dapat digunakan di berbagai tempat, baik pada jaringan terestrial, satelit maupun lingkungan yang berbeda," ujar Sanguineti, seperti dikutip Cyprus Mail.

Ia mengatakan teknologi tersebut membuka peluang untuk memberikan perlindungan komunikasi bagi organisasi dan perusahaan yang membutuhkan konektivitas aman sekaligus tangguh.

Hal ini terutama relevan bagi organisasi yang beroperasi di wilayah terpencil atau lokasi yang sulit memperoleh akses terhadap infrastruktur komunikasi darat. Koneksi satelit dapat menjadi pilihan penting bagi wilayah seperti itu karena komunikasi tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan kabel atau infrastruktur telekomunikasi yang berada di permukaan.

 

Membuka Peluang Layanan Komersial

Bagi Hellas Sat, pengujian tersebut juga menjadi bagian penting dalam kerja sama dengan Sparkle. Constantinos Kassianides, Director of Ground Operations Hellas Sat, menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak penting dalam kolaborasi kedua perusahaan.

"Ini merupakan tonggak penting dalam kerja sama kami dengan Sparkle," kata Kassianides.

Menurutnya, kombinasi antara infrastruktur satelit Hellas Sat dan teknologi QSI milik Sparkle memungkinkan kedua perusahaan mengeksplorasi kemungkinan menghadirkan layanan satelit yang aman dari ancaman kuantum untuk kebutuhan komersial.

Targetnya adalah perusahaan yang beroperasi di lokasi sulit dijangkau, wilayah terpencil, maupun lokasi yang memiliki fungsi penting dan membutuhkan tingkat keamanan komunikasi tinggi.

Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologi tersebut berpotensi digunakan oleh berbagai sektor yang membutuhkan konektivitas dengan tingkat keamanan tinggi, khususnya ketika komunikasi harus tetap berjalan di lokasi yang memiliki keterbatasan infrastruktur.

 

Infrastruktur Hellas Sat dan Sparkle

Hellas Sat saat ini mengoperasikan tiga satelit geostasioner. Dua satelit di antaranya ditempatkan pada posisi orbit 39 derajat bujur timur. Perusahaan juga memiliki fasilitas telekomunikasi dengan luas sekitar 15.000 meter persegi di Yunani dan 30.000 meter persegi di Siprus.

Hellas Sat memegang lisensi eksklusif dari pemerintah Yunani dan Siprus untuk mengoperasikan satelit pada slot orbit 39 derajat bujur timur beserta frekuensi radio yang terkait. Infrastruktur yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menyediakan layanan komunikasi satelit dan terestrial. Layanannya mencakup kebutuhan lembaga pemerintah serta otoritas pertahanan di berbagai negara.

Sementara itu, Sparkle Greece mengoperasikan empat pusat data. Tiga pusat data berada di wilayah Attica dan satu lainnya berada di Chania. Keempat pusat data tersebut terhubung dengan jaringan serat optik Sparkle Group. Perusahaan menyediakan layanan colocation, cloud, dan konektivitas internasional.

Sparkle juga disebut memiliki sekitar 40 persen pangsa pasar cloud dan pusat data di Yunani. Perusahaan melayani lebih dari 150 pelanggan yang terdiri atas penyedia telekomunikasi, organisasi, serta perusahaan lokal dan multinasional.

 

Persiapan Menghadapi Era Komputer Kuantum

Pengujian koneksi satelit antara Siprus dan Yunani menjadi kelanjutan dari pengujian keamanan yang sebelumnya dilakukan di Yunani pada 2026. Pengembangan ini menunjukkan bagaimana industri telekomunikasi mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar yang dapat dibawa oleh teknologi komputasi kuantum.

Komputer kuantum memiliki pendekatan komputasi yang berbeda dari komputer konvensional. Jika kemampuan teknologi tersebut berkembang sesuai perkiraan, sejumlah metode kriptografi yang saat ini digunakan untuk mengamankan data berpotensi menghadapi tantangan baru.

Karena itu, organisasi tidak hanya perlu melindungi data dari serangan yang terjadi saat ini. Mereka juga perlu mempertimbangkan kemungkinan data yang dicuri sekarang dibuka di masa mendatang. Melalui penerapan teknologi seperti QSI, Sparkle dan Hellas Sat berupaya menjadikan keamanan komunikasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi era tersebut.

Koneksi satelit yang diuji antara Siprus dan Yunani dengan demikian bukan sekadar demonstrasi teknologi. Pengembangan tersebut menjadi contoh bagaimana keamanan berbasis teknologi kuantum mulai diarahkan ke infrastruktur komunikasi nyata, termasuk jaringan satelit yang digunakan untuk menghubungkan wilayah berbeda.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa perlindungan terhadap ancaman siber masa depan mulai dipersiapkan jauh sebelum kemampuan komputer kuantum yang berpotensi mengancam sistem enkripsi saat ini tersedia secara luas.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait