IBM Akuisisi HRL, Perkuat Ambisi Komputer Kuantum Masa Depan
- Rita Puspita Sari
- •
- 21 jam yang lalu
Ilustrasi IBM
IBM resmi menyelesaikan akuisisi terhadap HRL Laboratories, LLC (HRL), lembaga penelitian dan pengembangan yang memiliki keahlian di berbagai bidang teknologi canggih. Akuisisi ini menjadi langkah strategis IBM untuk memperkuat pengembangan perangkat keras kuantum sekaligus mempercepat ambisinya menghadirkan komputer kuantum yang lebih kuat dan andal.
IBM mengumumkan penyelesaian transaksi tersebut pada 26 Agustus 2026. HRL memiliki pengalaman dalam sejumlah bidang teknologi, termasuk komputasi kuantum, penginderaan kuantum, komunikasi canggih, elektronika, manufaktur, dan ilmu material.
Bergabungnya HRL ke dalam IBM dinilai dapat memperluas kemampuan perusahaan dalam mengembangkan teknologi kuantum dari sisi perangkat keras hingga proses manufaktur. Salah satu keunggulan HRL yang menjadi perhatian adalah keahliannya dalam mengembangkan qubit spin berbasis silikon.
Teknologi tersebut melengkapi pendekatan IBM yang selama ini berfokus pada qubit superkonduktor. Dalam komputer kuantum, qubit merupakan unit dasar untuk menyimpan dan memproses informasi. Berbeda dari bit pada komputer konvensional yang hanya memiliki nilai 0 atau 1, qubit memanfaatkan prinsip mekanika kuantum untuk memungkinkan pengolahan informasi dengan cara yang berbeda.
Dengan menggabungkan keahlian pada dua pendekatan tersebut, IBM memiliki peluang untuk memperluas penelitian terhadap berbagai arsitektur komputer kuantum. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan jumlah qubit, melainkan membangun sistem yang lebih stabil, dapat dikendalikan, tahan terhadap kesalahan, dan pada akhirnya mampu diproduksi dalam skala lebih besar.
HRL Bawa Keahlian Penting
Kekuatan HRL tidak hanya terletak pada teknologi qubit berbasis silikon. Perusahaan ini juga memiliki kompetensi dalam sejumlah teknologi pendukung yang sangat penting bagi pengembangan komputer kuantum. Beberapa di antaranya meliputi penginderaan kuantum, material kuantum, kriogenik, elektronika kontrol, pengemasan komponen, dan teknologi interkoneksi.
Teknologi tersebut memiliki peran penting karena komputer kuantum membutuhkan lingkungan operasional yang jauh lebih kompleks dibandingkan komputer biasa. Pada sistem yang menggunakan qubit superkonduktor, misalnya, komponen harus beroperasi pada temperatur yang sangat rendah untuk mempertahankan kondisi kuantumnya.
Di sisi lain, sistem komputer kuantum juga membutuhkan elektronika kontrol yang presisi untuk mengendalikan qubit. Pengemasan dan interkoneksi pun harus dirancang sedemikian rupa agar berbagai komponen dapat bekerja secara terintegrasi tanpa mengganggu proses kuantum.
Karena itu, keahlian HRL dapat membantu IBM memperkuat berbagai lapisan teknologi dalam rantai pengembangan komputer kuantum, bukan hanya pada bagian qubit.
IBM sendiri terus mengembangkan arsitektur qubit superkonduktor melalui kemajuan perangkat keras, koreksi kesalahan, perangkat lunak, dan algoritma. Seluruh elemen tersebut diperlukan agar komputer kuantum dapat menjalankan tugas yang semakin kompleks.
Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga qubit tetap stabil. Qubit sangat sensitif terhadap gangguan dari lingkungan sehingga kesalahan dapat terjadi selama proses komputasi. Teknologi quantum error correction menjadi salah satu kunci untuk membuat komputer kuantum lebih dapat diandalkan.
Starling Ditargetkan Hadir pada 2029
Ambisi IBM kemudian berlanjut pada pengembangan komputer kuantum generasi berikutnya. Dalam peta jalan yang telah disiapkan, perusahaan menargetkan IBM Quantum Starling hadir pada 2029. Starling dirancang sebagai komputer kuantum fault-tolerant, yaitu sistem yang mampu mempertahankan proses komputasi meskipun terdapat kesalahan pada sebagian qubit atau operasi kuantum.
IBM menargetkan Starling mampu menjalankan hingga 100 juta operasi kuantum dan menawarkan kemampuan komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan komputer kuantum saat ini. Target tersebut menunjukkan bahwa IBM mulai mengarahkan pengembangan komputasi kuantum menuju sistem yang tidak hanya unggul dalam eksperimen laboratorium, tetapi juga mampu menjalankan perhitungan yang lebih kompleks dan relevan untuk penggunaan praktis.
Setelah Starling, IBM berencana menghadirkan Blue Jay, komputer kuantum fault-tolerant generasi berikutnya yang ditargetkan pada pertengahan 2030-an. Peta jalan ini memperlihatkan bahwa IBM tidak hanya mengejar peningkatan jumlah qubit. Perusahaan juga berupaya meningkatkan kualitas qubit, kemampuan koreksi kesalahan, efisiensi sistem, serta kapasitas komputasi secara keseluruhan.
Manufaktur Jadi Bagian Penting
Akuisisi HRL juga memiliki kaitan erat dengan rencana IBM mengembangkan infrastruktur manufaktur kuantum. Pengalaman HRL dalam teknologi kuantum berbasis silikon dapat membuka peluang baru untuk membangun metode produksi komponen kuantum yang lebih mudah ditingkatkan skalanya.
IBM menyebut kemampuan tersebut dapat mendukung kolaborasi dengan Anderon. Manufaktur menjadi tantangan tersendiri dalam industri kuantum. Sebuah teknologi yang berhasil dibuat dan diuji di laboratorium belum tentu dapat diproduksi secara konsisten dalam jumlah besar. Karena itu, pengembangan metode manufaktur yang lebih terukur menjadi faktor penting dalam membawa teknologi kuantum menuju tahap komersial.
Dengan bergabungnya HRL, IBM berharap dapat mempercepat proses penelitian, pengujian, dan penyempurnaan teknologi. Perusahaan juga dapat mengeksplorasi lebih banyak pendekatan untuk membangun perangkat keras kuantum yang dapat dikembangkan dalam skala lebih besar.
Sementara itu, Boeing dan General Motors, yang sebelumnya merupakan pemilik HRL, tetap akan bekerja sama dengan IBM dan HRL. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan aplikasi kuantum serta teknologi canggih lainnya.
IBM tidak mengungkapkan nilai finansial dari transaksi akuisisi HRL Laboratories. Namun, langkah ini menegaskan semakin seriusnya IBM dalam membangun ekosistem komputasi kuantum secara menyeluruh.
Dengan menggabungkan keahlian HRL dalam qubit silikon, material, kriogenik, elektronika, dan manufaktur dengan pengalaman IBM dalam qubit superkonduktor, koreksi kesalahan, perangkat lunak, serta algoritma, akuisisi ini berpotensi memperkuat posisi IBM dalam perlombaan menuju komputer kuantum fault-tolerant.
Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya menciptakan komputer kuantum yang dapat bekerja, tetapi membuatnya cukup stabil, kuat, dan dapat diproduksi secara luas untuk menyelesaikan persoalan nyata. Akuisisi HRL menjadi salah satu langkah IBM untuk mendekati tujuan tersebut.
